Selasa, 11 Februari 2014

Pintu-Pintu Surga



Ibn Abbas ra, berkata: Surga mempunyai 8 pintu yang terbuat dari emas, yang di hiasi dengan jauhar (sejenis mutiara) danpada pintu yang pertama tertulis lafadz :
مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله    لَااِلٰهَ اِلَّااللهْ

Yaitu pintu bagi para Nabi dan Rasul, syuhada’ dan juga pintunya orang-orang yang dermawan.
Pintu yang kedua adalah pintu bagi orang-orang yang mendirikan shalat, orang yang menyempurnakan wudlunya dan orang-orang yang menyempurnakan rukun-rukun shalatnya. Pintu yang ketiga  adalah pintu bagi orang-orang yang memberikan zakatnya dengan senang hati dan ikhlas. Pintu yang keempat yaitu pintu bagi orang-orang yang memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah terhadap kemunkaran. Pintu yang kelima adalah pintu bagi orang yang dapat memelihara syahwatnya dan mencegah dari nafsu yang buruk. Pintu yang keenam yaitu pintu bagi orang-orang yang melaksanakan haji dan umroh. Pintu yang ketujuh yaitu pintu bagi orang-orang yang berjihad (di jalan Allah). Pintu yang kedelapan adalah pintu bagi orang-orang yag bertaqwa, yaitu orang-orang yang memejamkan matanya dari perbuatan dan sesuatu yang haram, orang-orang yang melakukan kebaikan, di antaranya berbuat baik kepada orang tua, mempererat tali silaturrahim dan sebagainya.
Sedangkan surga ada 8 (delapan) macam :
1.      Darul Jalal : surga yang terbuat dari mutiara putih
2.      Darus Salam : surga yang terbuat dari yaqut merah
3.      Jannatul Ma’wa : surga yang terbuat dari zabarjud hijau
4.      Jannatul Khuldi :surga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah dan kuning
5.      Jannatun Na’im : surga yang terbuat dari perak putih
6.      Jannatul Firdaus : surga yang terbuat dari emas merah
7.      Jannatul ‘Adn : surga yang terbuat dari intan putih
8.      Darul Qarar : surga yang terbuat dari emas merah.

Darul Qarar adalah surga yang paling utama di bandingkan dengan surga yang lain. Surga ini mempunyai dua pintu dan dua daun pintu, satu daun pintu terbuat dari emas, dan yang satunya terbuat dari perak. Jarak antara setiap pintu adalah sebagaimana jarak antara bumi dan langit.
Adapun bangunan yang ada di dalamnya terbuat dari bata emas dan bata perak, tanahnya dari misik, debunya dari anbar, rumputya dari za’faran, istana-istananya dari mutiara, punggungnya dari yaqut dan pintunya dari jauhar.
Di dalam surga terdapat sungai yang namanya sungai Rahmat yaitu sungai yang mengalir ke seluruh surga, kerikil-kerikilnya dari mutiara yang sangat putih, lebih putih dari embun lebih manis dari madu. Di dalam surga terdapat sungai Kautsar yaitu sungai Nabi Mahammad Saw. Pohon-pohonnya dari intan dan yaqut. Di dalam surga juga terdapat sungai Kafur, sungai Tasnim, sungai Salsabil dan sungai Rahiqul Maktum, dan dari belakang sungai-sungai itu terdapat sungai-sungai lain yang tidak terhitung jumlahnya.
Di riwayatkan dari Nabi Saw, beliau bersabda :
“Pada malam aku di jalankan (isra) ke langit, telah diperlihatkan kepadaku seluruh surga, maka aku melihat empat sungai, yang pertama sungai dari air yang tidak berubah warnanya, kedua sungai dari susu yang tidak pernah berubah rasanya, dan ketiga sungai dari arak (khamr) dan yang keempat sungai dari madu yang sangat bening”. Sebagaimana firman Allah Swt :

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاء غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاء حَمِيماً فَقَطَّعَ أَمْعَاءهُمْ

Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni.  Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong? (QS.Muhammad: 5).

            Maka aku tanyakan kepada Malaikat Jibril as: “dari manakah datangnya sungai-sungai ini dan kemana mengalirnya ? “Maka Malikat Jibril as, menjawab : “Sungai itu mengalir ke telaga Kautsar dan aku tidak tahu dari mana asalnya, maka tanyakanlah kepada Allah Swt agar Dia memberi tahu dan memperlihatkan kepadamu.” Kemudian datanglah seorang Malaikat pada beliau dan memberi salam, seraya berkata: “Wahai Muhammad pejamkanlah kedua matamu” maka aku pejamkan mataku , lalu ia berkata: “bukalah kedua matamu” maka aku buka kedua mataku, tiba-tiba aku berada di bawah pohon dan aku melihat kubah dari intan putih yang memiliki pintu-pintu dari yaqut hijau dan kucinya dari emas merah. Andaikata semua makhluk yang ada di dunia, baik jin atau manusia berhenti di atas kubah itu, sungguh mereka hanya seperti burung yang hinggap di atas gunung. Maka aku melihat empat sungai itu mengalir dari kubah itu. Ketika aku ingin kembali, Malaikat tadi bertanya kepadaku. “Kenapa engkau tidak masuk ke dalam kubah itu ?” Aku menjawab : “Bagaimana aku bisa memasukinya, sedang pintunya tertutup. “ Dia berkata: “Bukalah dia”. Aku bertanya; “Bagaimana aku harus membukanya?”lalu dia berkata: “Kuncinya ada di tanganmu. “Aku berkata: “Apa kuncinya?” Dia menjawab : yaitu lafadz :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ
Ketika aku sudah dekat dengan kubah itu, maka aku baca “Bismillahirrahmanirrahim” maka terbukalah pintu itu lalu aku masuk ke dalamnya. Maka aku melihat sungai-sungai itu mengalir dari empat tiang kubah. Ketika aku hendak keluar, maka Malaikat itu berkata : “Apakah engkau telah melihat dan mengetahuinya ?”Aku menjawab: “Ya” Malaikat itu berkata kepadaku: “Lihatlah sekali lagi. “Ketika aku melihatnya, maka tertulis di atas empat kubah terebut lafadz :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ
Aku melihat sungai air itu keluar dari huruf Mim-nya lafadz “Bismi”, sungai susu keluar dari huruf Ha’-nya lafadz “Allah”, sungai arak (khamr) keluar dari Mim-nya lafadz “Rahman” dan sungai madu keluar dari huruf Mim-nya lafadz “Rahim”. Maka aku baru mengerti bahwa asalnya sungai-sungai itu adalah dari lafadz “Basmalah”
            Kemudian Allah Swt berfirman :
Wahai Muhammad, barangsiapa yang mengingat-Ku dengan nama ini dari golongan umatmu dengan hati tulus (ikhlas) lafadz “Bismillahirrahmanirrahim”, maka kau beri dia minum dari empat sungai ini”.
           
            Kemudian Allah Swt memberi minum kepada ahli-ahli surga itu dengan air surga pada hari sabtu, memberi minum dengan madu pada hari ahad, memberi minum dengan susu surga pada hari senin, dan memberi minum dengan arak pada hari selasa.
            Di saat mereka minum, mabuklah mereka lalu terbanglah ahli surga itu selama seribu tahun hingga mereka berhenti pada suatu gunung yang besar yang terbuat dari Kasturi yang harum semerbak baunya dan sungai Salsabil mengalir di bawahnya. Maka minumlah mereka pada sungai itu tepat pada hari rabu.
            Kemudian terbanglah meraka selama seibu tahun hingga berhenti pada suaru istana yang indah di dalamnya terdapat ranjang-ranjang yang tinggi, dan beberapa gelas yang sudah disediakan sebagimana yang sudah di terangkan dalam Al-Qur’an. Maka duduklah setiap orang dari mereka di atas ranjang, lalu datanglah pada mereka minuman Zanzabil, kemudian mereka meminumnya tepat pada hari kamis.
           Setelah itu mereka di hujani oleh awan yang putih selama seribu tahun,sehingga mereka sampai ditempat duduknya orang yang benar, pada hari itu tepat pada hari jum’at, mereka duduk di atas hidangan yang kekal dan abadi dan turunlah pada mereka minuman Rahiqum Maktum, yang ditutupi dengan misik. Kemudian mereka membuka tutup tersebut da mereka meminumya.
            Nabi Muhammad saw bersabda: “Mereka itulah orang-orang yang melakukan kebaikan dan menjauhi perbuatan maksiat.”

Wallahu A’lam.
Imam Abdurrahim bin Ahmad al-Qadhi, Daqaiq al-Akhbar, (Semarang:Toha Putra,t.t),hlm.41-42.




Tiada ulasan:

Catat Ulasan